Akhirnya, bulan Juli 2011 ini, pola operasi KRL Jabodetabek akan berubah menjadi “what-they-called-as” Single Operation (jadwal dapat di-download di bawah). Berbeda dengan pola operasi yang saat ini berlaku, ataupun rencana single operation pada bulan April, yang mempunyai tiga kelas. Untuk pola sekarang: KRL Ekonomi, KRL Ekonomi AC, dan KRL Ekspress. Pola operasi April yang batal: KRL ekonomi, KRL ekonomic AC, dan KRL Commuter line. Namun, untuk Juli ini, hanya akan ada dua jenis KRL: KRL ekonomi dan KRL commuter line.

Untuk KRL ekonomi, tarif dan rute juga tidak berubah. Namun, akan banyak penyesuaian jadwal, yang mungkin merubah ritme kerja para pengguna KRL. Namun KRL commuter line, yang merupakan penggabungan antara KRL ekonomi AC dan KRL ekspress, dimana pola perjalanan seperti ekonomi AC yang berhenti tiap stasiun tetapi harga tiket menggunakan tarif ekspress. Keberadaan KRL commuter line ini membingungkan pengguna KRL ekonomi AC yang merasa tiketnya naik sebesar 64% (dari Rp. 5.500 menjadi Rp. 9.000 untuk jalur Depok/Bogor, Rp. 4.500 menjadi Rp. 8.000 untuk jalur Bekasi/Serpong/Tangerang). Tentu saja mereka merasa keberatan, karena dengan tarif sekarang pun, fasilitas yg diperoleh tidak sesuai dengan janji (gerbong pakai AC, keberangkatan tepat waktu, dan perjalanan tidak ada gangguan). Sedangkan untuk pengguna ekspress, mereka merasa dengan bayaran yang sama tetapi fasilitas yang diterima jauh berkurang, padahal dengan kondisi sekarang juga sudah cukup mengesalkan mereka.

Kenaikan tarif tersebut dijadikan satu paket dengan nama Single Tariff, dimana single tarif ini terasa lucu, penumpang yang naik dari manggarai dan hanya menuju cawang, harus membayar tarif yang sama dengan penumpang dari stasiun kota yang bertujuan bogor. Demikian juga dengan lintasan lain (Serpong, Bekasi, dan Tangerang).  Katanya sih mengikuti konsep transjakarta. Tapi ingat, untuk transjakarta, sepanjang penumpang belum keluar halte maka penumpang hanya tetap dikenakan Rp. 3.500 saja biarpun dia naik dari Ragunan ke Dukuh Atas, lanjut Ke Kota Lalu ikut balik sampai Blok M dan kembali lagi Lalu transit ke Kalideres atau Pulogadung. Sedangkan untuk KRL, Bila penumpang Bogor yang sudah sampai ke Stasiun Kota dan ingin kembali ke Bogor, walaupun belum meninggalkan peron diwajibkan membeli tiket terlebih dahulu. Atau, kalau penumpang tersebut ingin lanjut ke Bekasi atau Tangerang, tetap diwajibkan membeli tiket rute tersebut. Bila Transjakarta benar2 single tariff (malah hanya single payment, asal gak keluar halte), tidak demikian dengan KRL.

Bagaimana dengan single operation? Sebenarnya kl tidak diikuti kenaikan tarif, single operation tidak akan menuai protes dari penumpang. Apalagi bila PTKA dan KCJ secara perlahan mau meningkatkan pelayanan mereka, dimulai dari hal kecil agar bisa berujung di hal besar. Hanya saja, mentalitasnya perlu berubah banyak… bahkan hanya sekedar melayani saja sudah susah, penumpang seringkali ngotot untuk mendapatkan hak-nya. Adanya single operation ini membuat pesimis banyak orang bahwa ada perbaikan, ada peningkatan pelayanan, karena ketika waktu makin mendekati hari H saja, mereka masih ogah-ogahan untuk mengumumkan secara resmi apa yg dimaksud dengan single operation. Hanya sekedar memasang pamflet dan spanduk sudah dianggap cukup, mereka menganggap tidak akan terjadi chaos pada pelaksanaannya.

Dan bila ini terjadi, bisa dipastikan banyak penumpang KRL yang kembali akan menggunakan kendaraan pribadi. Penumpang yang biasa pakai KRL ekonomi AC dan Ekonomi biasa mungkin akan pindah menggunakan motor, penumpang KRL ekspress akan kembali menggunakan mobil. Akhirnya, Jakarta akan bertambah macet… program pemerintah untuk mengurangi kemacetan Jakarta bukan saja gagal tetapi menjadi lebih parah. Selain itu, BBM subsidi pun bisa dipastikan akan over quota dari target tahun ini.

Semoga saja hal tersebut tidak terjadi, namun tatkala orang sudah muak terhadap moda transportasi ini apalagi yang harus dilakukan untuk berjuang mencari nafkah bagi keluarganya.

NOTE (29 Juni 2011 18.00 WIB): Jadwal di bawah akan mengalami revisi dikarenakan penyesuaian layanan untuk krl ekonomi biasa, kemungkinan baru release tanggal 30 Juni 2011.