Pernah terbayangkan kah, kemajuan kereta api Indonesia? Walau sudah ada sejak jaman penjajahan Belanda, yang menjadi tulang punggung transportasi saat itu, namun nasibnya sangat menyedihkan sekarang. Memang beberapa jalur hilang saat penjajahan Jepang, dimana rel dan lokomotifnya dipindahkan ke Sumatra dan Burma. Namun yang hilang karena kita sendiri jauh lebih banyak, lihat saja banyak jalur kereta yang ditutup aspal.

Salah satu negara yang sangat memperhatikan transportasi ini adalah China, tidak hanya membangun jalur keretaapi yang sangat bagus, mereka juga membangun pabrik keretaapi sendiri. Walaupun awalnya hanya menjiplak, namun mereka saat ini sudah bisa memproduksi keretaapi kecepatan tinggi untuk pengembangan transportasi umum ini. Lihatlah bagaimana seriusnya China untuk mengembangkan transportasi ini, mereka tidak segan-segan mengeluarkan dana trilyunan dollar untuk pembangunan jalur keretaapi.

Stasiun Keretaapi Beijing (www.news.cn)

Memang baru-baru ini, kecelakaan yang mengerikan di sana karena ada beberapa faktor teknis. Mereka berusaha untuk mengembangkan transportasi ini, walaupun kesalahan ini harus dibayar mahal, pemerintah mereka pun nampaknya serius memperbaiki kesalahan fatal ini. Coba bandingkan dengan beberapa kejadian yang serupa di negara kita, Argo Bromo Anggrek menabrak Senja Utama di Petarukan (02/10/2010) dan beberapa kejadian lainnya. Namun, sepertinya pemerintah kita tidak mempunyai perhatian serius, bahkan kompensasi untuk para korban saja seadanya (hanya klaim asuransi jasa raharja saja).

Kembali ke pengembangan transportasi keretaapi ini, pembangunan stasiun sebesar Stasiun Beijing seandainya dibangun di Jakarta, alangkah bahagianya masyarakat Jakarta. Masih ingatkah konsep Double Decker yang pernah digulirkan pada jaman Presiden Soeharto dimana Stasiun Manggarai dikembangkan menjadi perpindahan moda, dari keretaapi ke bis. Namun, sampai sekarang ide tersebut belum terlaksana. Atau wacana yang lebih baru, yang mulai diungkapkan kembali, yaitu kereta bandara. Mulai bergulir isyu ini sejak tahun 2005, dimana katanya tahun 2010 akan mulai beroperasi. Sampai sekarang, bukti fisik pembangunan jalur bahkan pembebasan lahan pun belum dilakukan. Sayangnya, harga tanah pun sudah jauh meningkat karena pembangunan jalan tol bandara sehingga dipastikan biaya proyek tersebut akan jauh lebih mahal.

Stasiun Keretaapi Beijing (www.news.cn)

Bila pemerintah Indonesia tidak serius untuk mengembangkan transportasi umum berbasis rel ini, maka masalah kemacetan tidak akan pernah dapat diselesaikan dengan baik. Baik itu kemacetan dalam kota di kota-kota besar, maupun kemacetan di jalur-jalur khusus pada hari-hari tertentu seperti mudik lebaran, natal, dan sebagainya. Biar bagaimanapun moda transportasi ini adalah solusi untuk mengatasi hal-hal tersebut.

So, apakah kita hanya bisa bermimpi untuk memiliki keretaapi yang seperti ini?