Akhirnya, yang ditunggu-tunggu jadi juga. Mulai Tanggal 1 Desember 2011, perjalanan KRL Jabotabek akan berubah yang cukup drastis. Perubahan rute ini menerapkan sistem transit di beberapa stasiun antara untuk beberapa lintasan.Di satu sisi memang ada harapan lebih baik dengan perubahan sistem ini, tapi di sisi lain pengaruh terhadap cara bepergian pengguna rutinnya sangat besar. Namun, sayangnya sampai saat ini (kira-kira satu minggu sebelum pelaksanaan), belum ada jadwal resmi yang dikeluarkan agar penumpang dapat melakukan estimasi perjalanan mereka. Oh ya, apa yang saya gambarkan di sini adalah menggunakan KRL AC alias Commuter Line. Saya belum dapat gambaran untuk rekan-rekan pengguna KRL Ekonomi, apakah KRL Ekonomi tetap sesuai rutenya (tidak pakai transit) atau bisa pindah menggunakan KRL Commuter Line setelah sampai stasiun transit.

Secara umum, untuk penumpang jalur Bogor, Bojonggede, Depok, Pasar Minggu tidak akan mengalami perubahan drastis karena akan tetap ada dua rute: Bogor – Manggarai – Tanahabang – Pasar Senen – Jatinegara(rute 1) dan Bogor – Manggarai – Gambir – Jakarta Kota (rute 2). Namun, sepertinya rute 2 yang saat ini cukup banyak bahkan menjadi rute utama akan mengalami pengurangan jumlah perjalanan karena yang menjadi rute utama adalah rute 1.  Rute 1 kemungkinan akan mendapatkan penambahan jadwal yang cukup signifikan, mungkin bisa dua kali dari jadwal saat ini. Melihat hal ini kemungkinan perpindahan penumpang arah Jakarta Kota yang ikut KRL rute 2 akan cukup banyak, sehingga kesiapan Stasiun Manggarai perlu diperhatikan untuk menjamin keselamatan dan keamanan penumpang yang pindah tersebut.

Rute Baru KRL

Rute Loop Line KRL Jabotabek

Untuk jalur Bekasi, yang saat ini mempunyai tiga rute (Bekasi – Manggarai – Tanahabang, Bekasi – Manggarai – Kota, dan Bekasi – Pasar Senen – Kota) akan hanya punya satu jalur saja yaitu Bekasi – Manggarai – Kota (rute 3). Penumpang yang akan menuju arah Pasar Senen terpaksa turun di Stasiun Jatinegara, lalu sambung dengan KRL rute 1 arah Bogor (Jatinegara – Pasar Senen – Tanah Abang – Bogor) untuk turun di stasiun-stasiun tujuannya tersebut. Sedangkan untuk penumpang Bekasi yang akan melaju ke Tanahabang maka perlu menunggu KRL rute 1 dari Bogor arah Tanah Abang di Stasiun Manggarai. Perpindahan penumpang Bekasi di Manggarai inilah yang perlu diwaspadai karena biasanya cukup penuh, namun kalau jadwalnya bertambah kemungkinan kepadatannya bisa berkurang. Tapi yang perlu diwaspadai juga adalah ketika KRL Bekasi arah Kota yang melalui Manggarai masuk, perpindahan penumpang dari jalur Bogor akan cukup banyak. Ini harus bisa diantisipasi oleh para petugas stasiun.

Jalur Serpong, sepertinya akan cukup menderita serupa dengan jalur Tangerang. Jalur Serpong yang saat ini ada yang menuju Jakarta Kota dan Manggarai, akan dipotong hanya sampai Stasiun Tanah Abang, namun rutenya dimulai dari Stasiun Parung Panjang – Serpong – Tanah Abang (rute 4). Untuk menuju Kota atau Manggarai, terpaksa menunggu KRL rute 1 juga. Untuk menuju Manggarai mungkin tidak terlalu bermasalah, paling waktu tunggu yang lebih lama dari biasanya. Namun, untuk mencapai Kota perlu usaha yang lebih lagi karena akan transit kembali di Stasiun Kampung Bandan untuk menunggu rute KRL Tanjung Priuk – Jakarta Kota. Melihat hal ini, Penumpang Serpong sepertinya harus mempersiapkan waktu 1/2 jam lebih cepat untuk berangkat dibandingkan jadwal saat ini.

Jalur Tangerang, tidak berbeda dengan jalur Serpong, hanya beda stasiun transit di Stasiun Duri. Stasiun Duri ini masih cukup kumuh dan rawan, perlu pembenahan agar layak menjadi stasiun transit. Jalur Tangerang tidak berubah banyak, hanyat terpotong menjadi Tangerang – Cengkareng – Duri (rute 5). Untuk menuju Manggarai atau Kota, ya serupa dengan penumpang Serpong harus menunggu KRL rute 1. Sekali lagi, untuk rekan-rekan dari Tangerang harus meluangkan waktu 1/2 jam lebih cepat dari rute lama.

Nah rute terakhir yang merupakan rute baru, yaitu rute Tanjung Priuk – Kp. Bandan – Kota (rute 6) adalah rute paling pendek. Dilihat dari pasar kemungkinan akan cukup besar karena macetnya jalan raya dari Tanjung priuk ke arah pusat kota melalui jalur manapun. Rute ini memang cocok dibuat, namun yang jadi pertanyaan infrastruktur sepanjang rute ini apakah sudah siap? Kalau jadwalnya masih 30 menit sekali apalagi 1 jam sekali, ya pastinya masih belum menjadi favorit. Rute ini bisa dianggap menjadi rute penolong untuk penduduk utara Jakarta yang memang membutuhkan transportasi handal non-macet (bahkan tansjakarta pun sering terjebak macet, apalagi bis-bis umum di jalur ini).

Nah, sekarang tinggal anda tentukan. Siapkah dengan perubahan ini? Agar lebih pasti memang butuh jadwal agar dapat menghitung waktu, Saya sedang mencoba mengusahakannya agar dapat dibaca rekan-rekan pengguna KRL sehingga bisa menimbang waktu yang dibutuhkan agar tidak terlambat masuk kerja. Jadwal bisa di-download di sini.

Selamat berjuang…!!!