Pejabat naik kereta dengan kereta khusus, di Indonesia bukanlah hal yang istimewa. Pejabat naik kereta dengan pengawalan ketat, apalagi ini… ah apalagi ini, hal yang biasa juga. Pejabat mo inspeksi mendadak (katanya), tahu-tahu lokasi yang mau didatangi sudah bersih, rapi, dan terlihat bagus… ini juga bukan hal yang aneh di sini. Sudah biasa sistem kebut semalam kok.Tapi kalau ada pejabat yang tiba-tiba naik kereta, tanpa pengawalan, tanpa perlakuan khusus (tanpa mengosongkan gerbong, pengawalan, dsb) dan itu terjadi di negeri ini, hehehe…. selama saya tinggal di negeri ini, baru satu orang yang melakukannya baru-baru ini. Orang yang memang nyentrik, orang yang memang tidak merasa perlu memperebutkan jabatan, dan yang pasti selalu membuat gebrakan. Yups, Menteri BUMN Kabinet 2.1 (akibat reshufle) yaitu Pak Dahlan Iskan.

Pak Dahlan Iskan Naik KRL Tanpa Pengawalan

 Isyu pola operasional KRL yang bernama Loop Line rupanya menarik minat beliau untuk mencobanya. Salah seorang kawan milis mengaku melihat dia tetapi tidak sempat bertegur sapa. Memang Pak Dahlan tidak naik KRL pada jam sibuk, beliau naik KRL dari stasiun Depok jam 08.00 WIB dimana sebagian pekerja sudah sampai di kantor (seharusnya, kalau KRL yang dinaikinya tidak telat). Namun, ‘keberanian’ beliau untuk mencoba merasakan transportasi rakyat yang murah meriah ini patut dihargai.

Kenapa kita perlu menghargai, karena pejabat-pejabat perkeretapian sendiri (mulai dari DirjenKA, Direktur PTKA/KCJ, bahkan sampai middle managementnya tidak berani naik KRL ekonomi tanpa pengawalan). Makanya saya penasaran sekali, seberapa sering para Pejabat PTKA/KCJ menikmati produknya sendiri… tanpa pengawalan.

Pejabat Menikmati Gerbong KRL Kosong

Menhub, DirjenKA, Dirut KCJ, dan Kadaop 1 PTKA

Beberapa waktu ketika Menhub baru dilantik, beliau bersama beberapa pejabat perkeretaapian ramai-ramai berkunjung ke Stasiun Parungpanjang dengan KRL Commuter Line. Namun, sayangnya mereka naik dengan memisahkan dari penumpang umum padahal penumpang jalur ini bukanlah penumpang padat. Cukup kontras bukan? Dahulu sih pernah ada salah seorang pejabat PTKA di Daop 1 (sebelum dipisahkan dari KCJ), yang berani naik KRL di pagi hari untuk meninjau setiap stasiun. Sayangnya pula, isyu yang beredar beliau tidak disenangin para anak buahnya, terutama para kepala stasiun, karena tiba-tiba muncul di stasiun dan meminta membersihkan stasiun yang kumuh. Dan akhirnya beliau pun dimutasi ke posisi lain.

Bahkan, dari berita di sini, para pejabat PTKA pun terkejut saat mengetahui Pak Dahlan ikut dalam kereta ekonomi. Sepertinya mereka mencoba untuk ‘meminimalisir’ kekecewaan Pak Dahlan terhadap mereka dengan menunggu di Stasiun Manggarai dan menyarankan beliau naik KRL mengambil rute Loop Line dari Jatinegara. Beberapa pendapat beliau tentang perbaikan sistem perjalanan KRL yang baru ini juga perlu diapresiasi karena beliau lebih melihat kemampuan daya angkut berdasarkan kapasitas gerbong/kereta bukan karena jadwal.

Ya mudah-mudahan, dengan Pak Dahlan Iskan sebagai Menteri BUMN dapat membawa kebaikan bagi perkeretaapian Indonesia, walau hanya tersisa 3 tahun saja. Maju terus, Pak Dahlan… kami mengharapkan bantuan Bapak dalam memperbaiki transportasi masal ini.