Akhirnya, Loop Line berhasil…. Setelah seminggu dilaksanakan akhirnya mulai bermunculan bahwa program ini sudah bisa diterima penumpang KRL Jabotabek. Ya, memang selalu seperti ini kejadiannya… jalankan dahulu porgramnya, kl ada penolakan kasih berita-berita perbaikan, dan setelah beberapa waktu pasti mereka akan terbiasa. Ya, that’s common… nothing to tell, Not a new story. Beberapa kali penumpang Jabotabek sebenarnya sudah mengalaminya, tapi ya mereka tidak menyadarinya.

Ok, that’s fine. Tapi tentunya harus ada yang membuat penilaian dong mengenai perubahan ini. Secara teori, saya tidak menolak loop line. Actually, it’s a good program… but, ada tapinya neh… segala persiapan harus benar-benar sudah dilaksanakan, bukan dengan program trial and error (iya kalau ada program perbaikannya, yang sering tidak pasti kejelasannya). Ya sekarang kita lihat, apa yang bisa dijadikan KPI dalam hal ini.

Rute Yang Digunakan

Rute Awal Loop Line
Rute Awal Loop Line (Mar 2011)

Sesuai dengan alasan awal diberlakukannya sistem Loop Line, yaitu terlalu banyak rute yang dijalankan oleh KRL Jabotabek sehingga butuh perbaikan agar jadwal KRL bisa ditambah (37 Rute Sebelum Loop Line). Mari kita lihat rute awal dan kondisi saat ini:

  1. Bogor – Manggarai – Jakarta PP, rute ini masih ada padahal rencana awal Loop Line rute ini akan dihapus dimana penumpang Bogor/Depok harus menunggu KRL Bekasi untuk menuju Jakarta. Bukan saja tidak dihapus, rute ini tetap menjadi primadona KRL Jabotabek (rute terbanyak pada program loop line).
  2. Bogor – Manggarai – Tanahabang PP, rute ini seharusnya menjadi rute utama pada awal program Loop Line yang kemudian digantikan rute 1. Namun, rute ini diperpanjang berujung di Jatinegara dan menjadi rute tulang punggung karena harus menampung penumpang Bekasi untuk arah Pasar Senen PP, penumpang Tangerang dan Serpong arah Manggarai PP.
  3. Depok – Manggarai – Jakarta PP, Rute ini diselipkan sebagai rute Bogor padahal beberapa KRL berawal dari Stasiun Depok Lama sehingga rute ini masih ada sampai saat ini. Harusnya ini tetap dimasukkan ke dalam rute Loop Line tidak digabungkan sebagai rute Bogor karena dihitung dalam 37 rute lama tersebut.
  4. Depok – Manggarai – Tanahabang PP, Serupa dengan rute di atas. Seharusnya rute ini juga dihitung dalam rute Loop Line, di luar 6 rute yang diberitakan sekarang ini. Bahkan kalau diperhatikan seksama rute ini pun sebenarnya terdiri dari dua rute: Depok – Tanahabang – Jatinegara dan Depok – Tanahabang.
  5. Bekasi – Manggarai – Jakarta PP, Rute ini seharusnya menjadi penyapu penumpang arah Gambir dan Jakarta Kota. Namun, karena rute Bogor – Jakarta Kota tidak dihapus maka rute ini hanya sekedar penambah jadwal saja.
  6. Bekasi – Pasarsenen – Jakarta Kota PP, Rute ini dihapus dimana penumpang Bekasi rute ini harus transit di Stasiun Jatinegara untuk menyambung dengan KRL arah Bogor. Sebenarnya rute aslinya sampai hanya sampai Stasiun Kp. Bandan.
  7. Bekasi – Manggarai – Tanahabang PP, serupa dengan rute di atas, rute ini pun dihapus. Penumpang Bekasi harus menunggu di Stasiun Manggarai untuk KRL tujuan Tanahabang yang berasal dari Depok atau Bogor. Bahkan saat ini, sudah ditambah lagi dengan KRL Feeder Manggarai – Tanahabang.
  8. Tangerang – Duri – Jakarta Kota PP, Rute ini dihapus dan hanya sampai Stasiun Duri saja. Semua penumpang Tangerang arah dua rute tersebut harus transit dari Stasiun Duri untuk ke Jakarta Kota dengan menunggu KRL dari arah Bogor atau Depok.
  9. Tangerang – Duri – Manggarai PP, serupa dengan arah Jakarta Kota, semua penumpang Tangerang harus transit di Duri untuk ikut KRL arah Bogor.
  10. Serpong – Tanahabang  – Jakarta Kota PP, serupa dengan rute Tangerang, penumpang Serpong arah Jakarta Kota harus transit di Tanahabang untuk ke Jakarta Kota.
  11. Serpong – Tanahabang – Manggarai PP, serupa dengan rute Serpong – Jakarta Kota, penumpang harus transit di Tanahabang untuk ke Manggarai.
  12. Parungpanjang – Tanahabang – Angke PP, rute ini dihapus diganti dengan serupa rute Serpong, yaitu hanya sampai Stasiun Tanahabangdengan KRL Bogor atau Feeder Manggarai.
  13. Parungpanjang – Tanahabang – Manggarai PP, rute ini pun dihapus serupa dengan rute Serpong, hanya sampai Stasiun Tanahabang untuk lanjut ke Stasiun Manggarai dengan KRL Bogor atau Feeder Manggarai.

Pergi Ke Kantor

Tercatat Total ada 9 rute yang dihapus (rute 2, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, dan 13) kemudian digantikan hanya 6 rute (rute Tangerang – Duri, Serpong – Tanahabang, Parungpanjang – Tanahabang, Depok – Tanahabang – Jatinegara dan Bogor – Tanahabang – Jatinegara). Total 10 rute utama yang ada, bukan 6 seperti yang diinformasikan. Sekarang, Kita coba bandingkan antara rute lama lainnya dengan rute Loop Line yang informasinya dihapus.

  1. Bogor – Depok PP, entah kenapa rute ini dimasukkan ke dalam perhitungan rute KRL lama padahal rute ini hanya rute KRL untuk menuju pemberangkatan awal atau KRL pulang ke Dipo. Pada pagi hari, ada beberapa KRL dari Depok menuju Bogor atau Bojonggede sebagai pemberangkatan awal walau memang berhenti di stasiun antara. Kl malam, maka terjadi kebalikannya, KRL sampai stasiun Bogor ada yang dikembalikan ke Stasiun Depok untuk masuk Dipo Depok. Jadi kedua rute ini bukan rute yang seharusnya dihitung. Dan di rute Loop Line, rute ini pun tidak hilang masih ada beberapa jadwal yang ada.
  2. Bogor – Manggarai PP, serupa dengan rute di atas dimana rute ini juga ada yang merupakan rute kembali atau KRL. Tapi karena rutenya cukup jauh, masih oke untuk dihitung. Dan rute ini pun masih ada di jadwal KRL Loop Line, tidak dihapuskan sama sekali.
  3. Bogor – Angke PP, ternyata rute ini masih ada terselip satu jadwal sama seperti ketika sebelum loop line padahal layak dihapuskan. Entah apa alasan dibuatnya rute ini karena setahu saya begitu sampai Tanahabang rute ini akan kosong sehingga memang tidak efektif.
  4. Cilebut – Jakarta Kota PP, Setahu penulis tidak pernah ada rute KRL dari Cilebut. Kalaupun ada sepertinya sudah lama dihapuskan terutama ketika ketersediaan KRL ekonomi menjadi kendala. rute ini dapat dianggap sebagai rute fiktif untuk penyusunan jadwal Loop Line.
  5. Bojonggede – Jakarta Kota PP, rute ini masih tersisa 1 jadwal di pagi hari dari 3 jadwal. Namun, untuk rute Jakarta Kota – Bojonggede dihapus dari jadwal. Untuk sementara, memang cukup fair untuk menghapus jadwal ini walau sebenarnya bisa mengurangi kepadatan penumpang KRL lintas Bogor dengan menyapu penumpang Bojonggede dan Citayam yang cukup banyak. Sehingga secara hitungan, rute ini belum terhapus resmi dari rute Loop Line.
  6. Manggarai – Kp. Bandan PP, seperti rute Cilebut – Jakarta Kota, saya belum menemukan ada jadwal untuk rute ini. Setahu saya rute ini sangat sulit ditempuh melalui jalur Manggarai – Gambir – Jakarta Kota – Kp. Bandan. Namun memang memungkinkan melalui rute Manggarai – Jatinegara – Pasarsenen – Kp. Bandan, tetapi tetap tidak pernah ada KRL yang mencapai rute tersebut kecuali dahulu rute KRL Ciliwung, yang terhapus karena ketidaktersediaan rangkaian. Bisa dianggap ini adalah rute fiktif juga.
  7. Manggarai – Jakarta Kota PP, entah kenapa pula rute ini dimasukkan. Padahal kenyataannya pun rute ini tidak dihapus secara resmi, karena untuk jadwal sore hari untuk Loop Line ada beberapa jadwal Manggarai – Gambir – Jakarta Kota. Sedangkan rute Jakarta Kota – Manggarai, ini pun tidak dihapus karena ada beberapa KRL pagi yang hanya mempunyai rute ini juga.
  8. Manggarai – Tanahabang PP, rute ini sebenarnya hanya rute singkat untuk awal KRL yang bermula dari Dipo Bukit Duri atau kembali ke sana. Namun, untuk jalur Loop Line, KRL ini dibuatkan untuk beberapa jadwal sebagai tambahan rute KRL Bogor dari arah Jatinegara. Rute ini tidak dihapus malah ditambahkan perjalanannya PP.
  9. Bogor – Kp. Bandan PP, entah rute KRL tahun berapa yang dijadikan patokan tapi setahu saya tidak ada juta rute KRL ini. Bisa dianggap ini rute fiktif.
  10. Depok – Kp. Bandan PP, bila dilihat dari rute hanya terlihat ada satu jadwal untuk KRL ini dan memang cukup layak dihapuskan apalagi dengan pengganti feeder Kp. Bandan – Jakarta Kota – Tj. Priok.
  11. Tanahabang – Depok, entah maksudnya apa rute ini dimasukkan padahal sudah ada rute Depok – Tanahabang PP. Mungkin dimasukkan agar terlihat lebih banyak sebagai justifikasi penyederhanaan rute. Bisa dianggap ini rute fiktif juga.
  12. Depok – Cikini, Sepengetahuan saya beberapa tahun menggunakan KRL tidak pernah ada rute KRL yang hanya sampai Cikini. Rute ini bisa dikategorikan sebagai rute fiktif.
  13. Cikini – Bogor, serupa dengan di atas, seingat saya tidak ada rute KRL yang berangkat dari Cikini, kecuali KRL Mogok yang kembali ke Stasiun Manggarai. Rute ini pun bisa dimasukkan ke dalam rute fiktif.
  14. Bogor – Tanahabang – Serpong, rute gabungan yang kebetulan KRL-nya berangkat dari Bogor. Padahal penomoran keretanya pun punya dua nomor. Tapi okelah, seharusnya KRL seperti ini bisa dihapus karena rutenya terlalu panjang.
  15. Bojonggede – Tanabang, sebenarnya hanya terdiri dari satu jadwal saja. Namun okelah untuk dihapus karena berangkatnya pun cukup siang sehingga kurang efektif.
  16. Bojonggede – Tanahabang – Serpong, serupa dengan rute Bogor – Serpong, rute ini pun sebenarnya hanya kebetulan KRL-nya mengakhiri perjalanan di stasiun Bojonggede untuk kembali ke arah Tanahabang dan lanjut ke Serpong. Karena terlalu panjang, cukup bagus untuk dihapuskan.
  17. Depok – Bojonggede, rute ini sebenarnya hanya rute awal untuk stasiun pemberangkatan saja. Hanya satu kali di pagi hari, sehingga rute ini pun sebenarnya bukan rute perjalanan. Karena perjalanan dari Bojonggede hanya satu dan bila dihapus maka rute ini pun bisa dihapus.
  18. Bekasi – Manggarai, rute ini ada yang berupa rute pulang ke dipo tapi ada pula untuk rute lanjut ke Bogor. Dengan adanya loop line, rute ini bisa dihapuskan atau diteruskan ke Jakarta Kota lalu kembali ke Bogor.
  19. Bekasi – Tj. Priok, rute ini dihapuskan karena adanya rute Jatinegara – Kp. Bandan – Tanahabang – Bogor dan Jakarta Kota – Kp. Bandan – Tj. Priok. Namun sayangnya rute ke Tj. Priok masih dalam proses perbaikan.
  20. Bekasi – Tangerang, rute ini sebenarnya terdiri dari dua rute dan dengan adanya loop line seharusnya dapat dihapus. Rute-rute seperti ini sebenarnya ada karena masalah ketersediaan rangkaian sehingga terjadi rute cukup panjang. Sebaiknya rute ini pun dihapuskan.
  21. Serpong – Bogor, serupa dengan beberapa rute di atas. Rute ini terjadi karena ketidaktersediaan rangkaian sehingga harus mencari rangkaian kosong dari rute lain yang membuat jalur panjang yang seharusnya dapat dihapus.
  22. Tangerang – Depok PP, serupa juga seharusnya rute seperti ini dapat dihindari bila ada ketersediaan rangkaian. Rute ini cocok untuk dihapuskan untuk mengurangi beban rangkaian.
  23. Manggarai – Kp. Bandan – Manggarai, rute ini adalah rute KRL Lingkar Ciliwung. Seharusnya rute ini menjadi rute primadona dimana semua rute KRL dapat menuju stasiun transit lalu melanjutkan dengan KRL ini. Entah kenapa malah rute ini dihapuskan. Tapi dengan adanya kerancuan jadwal, sehingga PTKA/KCJ menambah jadwal tambalan yang malah menjadikan rangkaian semakin terbebani.
  24. KA Wisata (KRL Ancol), rute yang hanya digunakan pada weekend dengan sekali jalan. Sebenarnya tidak masalah dijalankan karena hanya ada di weekend sehingga tidak terlalu mengganggu perjalanan. Namun bila rute feeder Tj. Priok sudah dijalankan maka rute ini memang bisa dihapuskan.
Gimana Mau Nyebrang

Gimana Mau Nyebrang

Terlihat bahwa sebenarnya dari rute-rute awal itu ada yang berupa rute pemberangkatan menuju stasiun awal (3 rute), beberapa rute tetap ada di rute Loop Line hanya tidak disebutkan secara resmi (10 rute), dan beberapa rute adalah rute fiktif yang mungkin dulu pernah ada tetapi sudah lama dihapuskan (6 rute). Hanya ada beberapa rute yang memang benar- benar bisa dihapuskan untuk mempersingkat waktu perjalanan rangkaian (5 rute), namun rute-rute ini pun sebenarnya ada beberapa rute duplikat. Selain itu ada beberapa rute tambahan, baik yang resmi diumumkan maupun yang tersembunyi dalam jadwal yang ada.

  1. Jakarta Kota – Kp. Bandan – Tj. Priok PP, Rute ini sebenarnya rute baru namun sayangnya saat ini KRL hanya sampai Stasiun Kp. Bandan karena jalur Tj. Priok masih dalam perbaikan. Rute ini cocok dibuat sebagai salah satu pengurai kemacetan wilayah Tj. Priok dan sekitarnya.
  2. Manggarai – Jatinegara, Rute ini sebenarnya rute pengumpan awal saja. Namun, karena untuk 37 rute yg disederhanakan rute-rute seperti ini dimasukkan, harusnya rute ini juga dimasukkan dalam rute loop line. Rute pendek ini ada beberapa jadwal yang sebenarnya diterukan ke Bekasi atau Pasarsenen – Tanahabang – Bogor.
  3. Jatinegara – Bekasi PP, karena protes dari penumpang Bekasi akhirnya dibuat beberapa jadwal sebagai rute penyapu penumpang Bekasi dari arah Kp. Bandan – Pasarsenen di Jatinegara. Cukup efektif, namun perlu dimasukkan pula sebagai rute Loop Line.

Bahkan ada beberapa rute sambungan yang sebenarnya tidak perlu kalau pengaturan rangkaiannya efektif, misalnya rute Depok – Tanahabang – Serpong.  Jadi kalau dihitung secara benar, rute yang diperkenalkan Loop Line bukanlah 6 rute tetapi minimal 22 rute (ini yang terhitung oleh saya).  Dari sini saja sudah jelas terlihat kurang efektifnya jalur loop line yang dirancang karena selalu melakukan kebijakan tambal sulam.

Ini baru kita bahas berdasarkan Rute, ada beberapa point lagi yang perlu dibahas yaitu jumlah jadwal, waktu silang kereta (termasuk waktu tunggu masuk stasiun), waktu transit, dan kesiapan prasarana.