Posts tagged ‘transportasi’

Presiden dan Transportasi Umum


Tanggal 16 Agustus 2011, Presiden SBY memberikan pidato kenegaraan di depan anggota DPR. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, sebuah seremonial belaka yang hanya dilakukan rutinitas mengenai apa yang sudah dilakukan pemerintah dan apa yang akan dilakukan pemerintah. Read more…

Advertisements

Jakarta diantara asap bis….


Hari ini, ada berita yang cukup baik di Ibukota Negara tercinta ini, yaitu peresmian bis Kopaja AC. Ya dibilang baik, karena masyarakat Jakarta mempunyai pilihan lain untuk bepergian dengan lebih nyaman (baca di sini). Yang membuat nyaman bukan karena AC-nya tapi ada pembatasan penumpang bila benar-benar terlaksana. Read more…

Pejabat dan Transportasi Umum


Mungkin kita sudah bosen dengan beberapa ‘petuah-petuah’ para pembesar negeri ini yang mengatakan harus hidup sederhana dan memajukan negara. Kata-kata seperti itu terasa seperti ‘bullshit‘, karena apa yang diomongkan ternyata tidak mereka lakukan. Arti sederhana menurut mereka, berbeda dengan arti sederhana yang biasanya dimengerti oleh mayoritas masyarakat negeri ini. Read more…

Angkot, oh… angkot….


Angkot, atau angkutan perkotaan…. transportasi yang lebih mudah dicari di wilayah perkotaan untuk masuk ke pelosok daerah. Bentuknya biasanya berupa mobil minivan, dengan kapasitas 10-15 penumpang, walau di beberapa daerah menggunakan mobil yang lebih besar. Krunya pun biasanya hanya supir saja, tanpa kondektur atau kenek, dimana penumpang membayar langsung ongkosnya ke supir. Read more…

Review Single Operation


Akhirnya, sebulan sudah KRL dengan pola operasi tunggal (Single Operation) dijalankan oleh PTKA dan KCJ. Sebuah prestasi? Ya tidak juga sebenarnya, karena apa yang dilakukan sekarang tetap serupa dengan pola operasi sebelumnya walaupun ada KRL Ekspress. Soalnya, pada kenyataan KRL Ekspress pun banyak berhenti walaupun tidak mengangkut penumpang. Read more…

Tertinggal lagi….


Pernah terbayangkan kah, kemajuan kereta api Indonesia? Walau sudah ada sejak jaman penjajahan Belanda, yang menjadi tulang punggung transportasi saat itu, namun nasibnya sangat menyedihkan sekarang. Memang beberapa jalur hilang saat penjajahan Jepang, dimana rel dan lokomotifnya dipindahkan ke Sumatra dan Burma. Namun yang hilang karena kita sendiri jauh lebih banyak, lihat saja banyak jalur kereta yang ditutup aspal. Read more…

Pindah Belakang, Ya…!!!


“Pak…, pindah belakang ya….! Mau muter lagi nih….”

Kalau anda tinggal di Jabotabek, apalagi bekerja di Jakarta, pasti sudah familiar dengan kata-kata tersebut. Setidaknya, kalimat serupa yang sering diucapkan kondektur/kenek biskota atau supir angkot. Hal ini yang mengurangi kenyamanan angkutan umum di kota Jakarta. Read more…

%d bloggers like this: